Perangi Tuna Aksara, FISIP UMTS Perlu Sinergitas Semua Pihak Melalui Program Pengentasan Buta Huruf
Perangi Tuna Aksara, FISIP UMTS Perlu Sinergitas Semua Pihak Melalui Program Pengentasan Buta Huruf
Posted By: HENDRI ARIFIN LUBIS Last Update :15 Mei 2017 10:38:17 Comments

 

 

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu dan Politik Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan kini serius menangani tuna aksara. Pasalnya hingga sekarang masih ada masyarakat yang belum bisa mengenal huruf bahkan ironisnya diangkatan usia sekolah. Lokasi yang menjadi sasaran dalam kegiatan ini adalah di Kelurahan Tapian Nauli Kecamatan Angkola Selatan Kabupaten Tapanuli Selatan. Ketua pelaksana program ini, Rizal Khadafi, M.I.P menyatakan bahwa ini kegiatan ini bukan hanya merupakan tanggung jawab orang pendidikan melainkan orang sosial juga harus ikut andil dalam menuntaskan tuna aksara karena pada hakikatnya penggunaan bahasa non verbal merupakan dasar seseorang melakukan interaksi.

Program ini sudah selesai dilakukan selama 2 bulan melalui metode kooperatif tipe STAD untuk memacu percepatan pengentasan buta huruf. Metode ini merupakan salah satu pembelajaran koperatif yang diterapkan untuk menghadapi kemampuan peserta yang heterogen dimana model ini dipandang sebagai metode paling sederhana dan langsung dari pendekatan pembelajaran koperatif.

Terdapat 80% perubahan yang signifikan melalui tipe pembelajaran model STAD dari total peserta yang mengikuti kegiatan ini. Selain itu motivasi yang diberikan melaui film dokumenter juga merupakan faktor terpenting untuk meningkatkan kemauan belajar peserta didik. Kegiatan ini di buka mulai tanggal 20 Februari 2017 yang dikelola langsung oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan dan resmi ditutup pada tanggal 30 April 2017 yang dihadiri langsung oleh kepala sekolah SDN 100209 Tapian Nauli, pihak kelurahan Tapian Nauli dan masyarakat.

Masyarakat mengharapkan agar pemerintah dan akademisi sebagai agent of change memperhatikan persoalan ini untuk meningkatkan mutu pendidikan agar persoalan buta aksara dapat diberantas sehingga dapat menekan angka buta aksara masyarakat sesuai dengan amanat UUD 1945. Terakhir ketua pelaksana pengabdian kepada masyarakat Rizal Khadafi, M.I.P juga mengedukasikan kepada seluruh masyarakat dan pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di bidang pendidikan.

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu dan Politik Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan kini serius menangani tuna aksara. Pasalnya hingga sekarang masih ada masyarakat yang belum bisa mengenal huruf bahkan ironisnya diangkatan usia sekolah. Lokasi yang menjadi sasaran dalam kegiatan ini adalah di Kelurahan Tapian Nauli Kecamatan Angkola Selatan Kabupaten Tapanuli Selatan. Ketua pelaksana program ini, Rizal Khadafi, M.I.P menyatakan bahwa ini kegiatan ini bukan hanya merupakan tanggung jawab orang pendidikan melainkan orang sosial juga harus ikut andil dalam menuntaskan tuna aksara karena pada hakikatnya penggunaan bahasa non verbal merupakan dasar seseorang melakukan interaksi.

Program ini sudah selesai dilakukan selama 2 bulan melalui metode kooperatif tipe STAD untuk memacu percepatan pengentasan buta huruf. Metode ini merupakan salah satu pembelajaran koperatif yang diterapkan untuk menghadapi kemampuan peserta yang heterogen dimana model ini dipandang sebagai metode paling sederhana dan langsung dari pendekatan pembelajaran koperatif.

Terdapat 80% perubahan yang signifikan melalui tipe pembelajaran model STAD dari total peserta yang mengikuti kegiatan ini. Selain itu motivasi yang diberikan melaui film dokumenter juga merupakan faktor terpenting untuk meningkatkan kemauan belajar peserta didik. Kegiatan ini di buka mulai tanggal 20 Februari 2017 yang dikelola langsung oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan dan resmi ditutup pada tanggal 30 April 2017 yang dihadiri langsung oleh kepala sekolah SDN 100209 Tapian Nauli, pihak kelurahan Tapian Nauli dan masyarakat.

Masyarakat mengharapkan agar pemerintah dan akademisi sebagai agent of change memperhatikan persoalan ini untuk meningkatkan mutu pendidikan agar persoalan buta aksara dapat diberantas sehingga dapat menekan angka buta aksara masyarakat sesuai dengan amanat UUD 1945. Terakhir ketua pelaksana pengabdian kepada masyarakat Rizal Khadafi, M.I.P juga mengedukasikan kepada seluruh masyarakat dan pemerintah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di bidang pendidikan. (Sigit Hardiyanto)

Comments
Leave a Reply
  • Name:
  • Email:
  • Messege:
  • 500 Character remaining

Top
  • Follows us our servcies