Islam Harus Kuasai Politik dan Ekonomi
Islam Harus Kuasai Politik dan Ekonomi
Posted By: Admin Klik data Last Update :07 Mei 2018 15:27:27 Comments

 

Ketua Umum Koordinator Nasional (Kornas) Forum Komunikasi Alumni (Fokal) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Drs Armyn Gultom, Msi mengatakan, untuk melakukan pembaharuan dalam memajukan bangsa dan negara, aktivis Islam harus mampu menguasai politik dan ekonomi.
“Jika ingin melakukan pembaharuan kuasai politik dan ekonomi,” kata Armyn Gultom saat memberi kuliah umum terhadap mahasiswa dan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS), Jumat (4/5) di Kampus UMTS, Jalan St. Muhammad Arif, P. Sidimpuan. Dijelaskan, banyak aktivis Islam enggan masuk partai politik karena menganggap partai itu kotor dan alasan lainnya. Padahal untuk melakukan pembaharuan terhadap berbagai aturan yang dinilai tidak berpihak pada rakyat, harus menjadi wakil rakyat atau penguasa. ”Jangan alergi dengan politik jika ingin maju,” ajaknya.
Namun sebelum terjun ke dunia politik, paparnya, aktivis Islam harus terlebih dahulu memperbaiki kualitas dan ekonomi pribadinya. ”Untuk saat ini, politik itu butuh cost sehingga pondasi ekonomi kita harus baik. Kalau orang baik menghindari politik, niscaya orang jahat yang mengisi politik,” tegas Ketua Umum Kornas Fokal IMM.
Aktivis Islam juga terus bergerak dalam bidang ekonomi mengingat kemandirian suatu bangsa dan negara indikator utamanya kekuatan ekonomi, sebab tidak ada negara kuat jika ekonominya tidak kuat. ”Globalisasi dipengaruhi oleh faktor politik, ekonomi, sosial dan budaya” jelas Armyn.
Menurutnya, kendala yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini untuk dapat bangkit akibat kesenjangan ekonomi, pendidikan dan kesenjangan antar daerah, baik di tingkat Kab/Kota mau pun Provinsi. ”Sebagai contoh 40 persen warga Indonesia masih berpendidikan di bawah SD,” ungkapnya.
Hal sama diungkapkan Rektor UMTS Dra Muksana Pasaribu saat membuka kuliah umum aktivis Islam dalam era Globalisasi. Menurutnya, aktivis Islam terutama aktivis Muhammadiyah jika ingin berpolitik jangan menumpuk pada partai tertentu saja agar dapat mewarnai lembaga legislatif.
Dekan Fisip UMTS Sori Tua Ritonga mengatakan politik itu tidak kotor, tapi orang yang tidak menjalankan politik itu dengan baik dan benar yang kotor, sebab politik merupakan seni

Comments
Leave a Reply
  • Name:
  • Email:
  • Messege:
  • 500 Character remaining

Top
  • Follows us our servcies