.png)
Bawaslu Kabupaten Tapanuli Selatan dan UMTS Resmi Jalin Kerja Sama, Perkuat Pengawasan Partisipatif Pemilu
Padangsidimpuan – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tapanuli Selatan resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang dilaksanakan di Ruang Rapat Rektor UMTS, Selasa (30/6/2026).
Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen Bawaslu Kabupaten Tapanuli Selatan dalam memperkuat pengawasan partisipatif dengan melibatkan kalangan akademisi sebagai mitra strategis dalam mengawal proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.
Assoc. Prof. Dr. Darliana Sormin, MA selaku Rektor UMTS melalui Nota Kesepahaman tersebut, sepakat membangun sinergi dalam pelaksanaan berbagai program yang berkaitan dengan pendidikan kepemiluan, penelitian, pengembangan sumber daya manusia, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan partisipasi publik dalam pengawasan penyelenggaraan pemilu dan pemilihan.
Taufik Hidayat, SE., M.M., C.MedselakuKetua Bawaslu Kabupaten Tapanuli Selatan menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun budaya demokrasi yang sehat melalui penguatan literasi politik dan pendidikan kepemiluan. Kehadiran sivitas akademika diharapkan mampu memperluas jangkauan pengawasan partisipatif sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga integritas setiap tahapan pemilu.
Melalui kerja sama ini, mahasiswa dan dosen UMTS diharapkan dapat terlibat aktif dalam berbagai kegiatan, seperti sosialisasi pengawasan partisipatif, riset dan kajian kepemiluan, seminar, diskusi ilmiah, hingga pengembangan inovasi yang mendukung penguatan demokrasi di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Bagi Bawaslu Kabupaten Tapanuli Selatan, kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem demokrasi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Pengawasan terhadap penyelenggaraan pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat, termasuk insan akademik.
Penandatanganan Nota Kesepahaman ini diharapkan menjadi awal dari berbagai program kolaboratif yang berkelanjutan, sehingga mampu melahirkan inovasi dalam pendidikan politik, meningkatkan kualitas pengawasan partisipatif, serta memperkuat demokrasi yang transparan, berkeadilan, dan berintegritas di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Kegiatan turut dihadiri para Wakil Rektor, Dekan di lingkungan UMTS, Divisi Humas dan Kerjasama, Komisioner Bawaslu dan staff Kabupaten Tapanuli Selatan.
.png)